Best Friend, Good Friend, Friend, Less Friend, Not Friend-

| Jun 10, 2010

Saya punya banyak teman selama hidup saya. Teman yang saya masukan ke jejaring sosial saja ada 857 orang. Saya bisa pastikan mereka teman, karena saya hanya meng-approve permintaan pertemanan kepada siapa yang pernah saya temui dan kenalan langsung sama saya.


Saya juga punya banyak teman baik. Sewaktu saya beberapa tahun lebih muda dari hari ini, saya bahkan merasa semua teman yang dengannya saya menghabiskan sebagian besar waktu saya adalah teman baik saya. Saya menganggap mereka teman baik karena kepada mereka lah saya bisa bergantung, meminta tolong, dan ya.. minta ditemani.

Saya pernah salah berucap pada salah satu teman Jepang semasa SMA ketika saya ceritakan bahwa saya punya banyak sahabat (kata lain dari teman dekat, bukan?). Dia bertanya, "Nampaknya kamu punya sahabat di mana-mana."
Saya jawab, "Ya, punya banyak sahabat buat saya benri."
Benri dalam bahasa Jepang bisa diartikan sebagai 'praktis', 'menguntungkan' dan membuat saya nyaman jika hal tersebut ada di mana-mana. Mirip Alfamart atau Indomaret atau Circle-K yang kini ada di segala penjuru Jakarta dan buka 24 jam.
Mendengar itu, wajahnya berubah, lalu berkata dengan ketus, "Saya bukan seven-eleven!" Kemudian berbalik dan meninggalkan saya melongo sendirian.
O..o.. agaknya saya benar-benar salah ucap karena kemarin saya katakan bahwa dia adalah sahabat saya dan wajahnya luar biasa berseri-seri saat itu.

Kejadian itu benar-benar mengagetkan saya, dan saya belajar dari kejadian itu. Saya tidak menyangka bahwa menjadi seorang sahabat benar-benar berarti dan seharusnya memang lebih dijadikan berarti pada hidup seseorang. Karena, sahabat adalah tempat kita menuangkan segala uneg-uneg, cerita sedih dan gembira, dan orang (atau orang-orang ) yang pertama kali tahu segala berita penting tentang diri kita. Kita?? Hehe... setidaknya saya lah...

Semakin beranjak tua usia saya, semakin saya menyadari bahwa saya menempatkan batasan-batasan atas lingkaran pertemanan saya: ada kategori best friend, good friend, friend, less friend, bahkan ada juga yang not friend - sekedar kenalan.
Orang yang kepadanya saya berbagi segala cerita, tahu dan kenal saya luar-dalam, yang mengerti saya harus diapakan saat marah atau sedih, masuk kategori best friend. Jumlahnya ga lebih dari jumlah jari tangan saya.
Good friend adalah orang yang saya nilai bisa berbagi cerita -bahkan yang sedikit pribadi- dengan saya, dan saya dengan dia; orang ini tidak perlu tahu harus bagaimana ketika saya marah atau sedih.
Friend adalah orang-orang yang asik diajak ngobrol dan hang out berjam-jam, membicarakan segala macam rupa, tapi sedikit sekali menyentuh kawasan pribadi.
Less friend? Adalah orang yang hanya bertukar update jalan hidup saat bertemu. Semisal di resepsi pernikahan, obrolan yang muncul adalah kerja dan tinggal di mana sekarang, anak sudah berapa, udah ambil makanan apa aja di tempat ini, apa yang enak, dan untuk menutup percakapan: gue mo ambil makanan itu dulu yaaa!
Dan not friend... ahahaha... entah kenapa saya selalu merasa jadi pembunuh berdarah dingin saat memasukkan seorang (atau lebih) kenalan saya dalam kategori ini. Tapi kategori ini memang ada, dan jumlahnya cukup banyak. Contoh, saya tidak berteman dengan orang yang baru berkenalan dengan saya di pertemuan formal, kecuali ada tindak lanjut dari perkenalan itu (tukeran nomer kontak, dan sebagainya). Saya tidak berteman dengan mantan pacar yang terlalu menyakiti saya ketika kami putus. Saya tidak berteman dengan mantan pacar suami saya, meskipun dia mengajak saya berteman beberapa kali lewat FB. (Pesan penulis: Maaf Bu, saya tidak bisa berteman dengan Anda tanpa alasan yang jelas meskipun Anda tidak pernah menyakiti saya).

Tidak ada batasan yang baku dari kategori-kategori di atas. Good friend bisa turun tingkat jadi friend, friend jadi less friend, atau less friend jadi not friend. Dan seterusnya. Bisa juga naik tingkat. Tapi di usia ini, saya rasa (dan saya harap) orang-orang di kategori best friend tidak beranjak ke mana-mana.

Mungkin ada yang berpikiran naif bahwa saya melakukan ini hanya untuk menyenangkan diri saya sendiri. Memang benar. Tapi ini saya lakukan juga untuk orang lain. Untuk orang-orang yang saya anggap teman saya. Karena, seperti halnya di permainan The Sims, bagi saya pertemanan atau persahabatan perlu di pelihara, dijaga, disirami dan diberi pupuk. Saya tahu kelemahan saya yang kerap lalai melakukan itu semua. Saya terbatas. Karena itu saya tidak bisa melakukannya pada setiap orang yang saya akui sebagai teman saya dengan intensitas dan kualitas yang sama.

Satu hal yang penting juga dalam menjaga pertemanan adalah kelapangan hati untuk menerima seseorang apa adanya, termasuk memaafkan dan meminta maaf. Rugi bagi saya jika ada orang-orang yang turun kategori karena saya tidak bisa memaafkan sesuatu yang membuat saya sakit hati padanya, tapi ya.. kembali lagi ke keterbatasan saya. Sejauh apapun seseorang turun kategori dalam kehidupan saya, jaring pengamannya ada di kategori not friend, yang saya nilai lebih baik daripada saya berpura-pura tidak mengenal orang itu sama sekali. Saya rasa, itulah batas kelapangan saya.

Dan, setelah membaca ini, tolong jangan mengajukan pertanyaan, "Jadi gue masuk kategori yang mana, Nov?" kepada saya. Karena saya yakin, kamu tahu jawabannya.

Lagipula, saya senang sekali berteman :)

7 komentar:

@benisuryadi said...

Jadi gw masuk kategori mana, Nov?


PLEEETAAAAAAKKKKKK
:=D

Awan Diga Aristo said...

batasannya agak2 kabur ya...

nova said...

@ beni: pletak!
@ awan:tergantung sikon juga sih kadang.. hekekek

dD said...

well hopefully u're not Dori (ingat tontonan kita d kamar Mala) that forget me so easy. but if u do..naa no big a deal. Dori is a good friend...

neneng ceriwis said...

Somehow, I just read this post you made. Made me downgraded I guess... kekekekekekekeke...

I hope, even when we rarely talk again, I will not be easily downgraded. I also hoping that those people that are in the category of best friends, good friends, friends... will not becoming less and less, just because I am so damn far away from you people.

Say hi to the baby. Baby, hopefully auntie should make some time to see you in the future...

uwie said...

Iya,

sesudah usia seperti ini, best friends ga bisa turun-turun, andaikan turun udah langsung di coret jadi not friend.

Dan sesudah jadi best friends, masalah pupuk, air dan sebagainya rasanya ga perlu, karena sudah jadi baku banget jadi best friends.

Rizky Ayu said...

*nyengir*
thanks teh.. tulisannya ngena banget buat aku.. beginilah orang yang mudah berteman dan membuat pertemanan, suka blur yang mana kategori teman dekat, teman baik, teman asik, teman gaul (hihihi), dan yang pasti ga akan blur dengan yang namanya teman hidup kan, teh? ^__^ :p

thanks juga atas tulisan not friend-nya... mantan ternyata boleh dimasukkin dalam kategori itu yah..? memang, sangat menyakitkan jika tetap menghadirkan mereka dalam kehidupan kita.. yang ada, kitanya gak maju-maju... *curcol* ehe ehe ehe..